Artikel

REVOLUSI MENTAL KEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA

 

Syamsuddin Puka,SE

                             Syamsuddin Puka,SE                       Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

SUPERMAKSS-COM “Revolusi Mental” merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Namun, sebenarnya kata Revolusi Mental itu dicetuskan oleh Bapak pendiri bangsa yakni,Ir. Sukarno.

Revolusi Mental pertama kali digunakan Presiden Soekarno tahun 1957 ketika revolusi nasional sedang berhenti. Gerakan itu ditujukan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Semangat tersebut kini diimplementasikan sesuai kondisi nyata oleh Presiden Joko Widodo dengan tujuan lebih   memperkokoh kedaulatan, meningkatkan daya saing dan mempererat persatuan bangsa.

Dalam pandangan kami,kehidupan bangsa saat ini memang harus dan mutlak ada perubahan sosial dan budaya yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat yang sudah jauh dari jati diri bangsa yang bermartabat. Tidak ada lagi budaya malu seakan bangsa ini sudah kehilangan karakter budaya sopan santun,berbudi pekerti luhur dan gotong-royong.
Perubahan karakter bangsa inilah yang merupakan akar dari munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, etos kerja tidak baik, bobroknya birokrasi, hingga ketidaksiplinan. Kondisi itu dibiarkan selama bertahun-tahun dan pada akhirnya menggurita disetiap sendi kehidupan baik itu di legislatif,eksekutif dan yudikatif.

Dengan hadirnya kembali Revolusi Mental oleh Presiden Joko Widodo,akan membuat jati diri bangsa kembali disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita dan 9 program kerja  yakni Nawa Cita itu Revolusi Mental harus diterapkan dan dimulai dari para pembantu-pembantu di kabinetnya.  Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik,berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian.

Berikut inti dari sembilan program Nawa Cita;

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara         kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program “Indonesia Pintar”; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program “Indonesia Kerja” dan “Indonesia Sejahtera” dengan mendorongland reformdan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

9. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. (espe)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Most Popular

To Top