BM Bergerak

Sang Marhaen Sulawesi Selatan “Bung Kobu” Titip Perjuangannya ke Danny – Azhar

Suara Perjuangan Makassar –Jacobus Kamarlo Mayong Padang atau yang akrab disapa Bung Kobu, melalui tulisannya yang beredar, Jum’at 15 November 2024, bercerita tentang pengalamannya  saat masih menjabat sebagai Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan.

Saat itu ia sangat intens mengunjungi wilayah terpencil yang terisolir seperti Pinrang, Enrekang, Polman, Majene Binggi di Pasangkayu, Kalumpang, Mamasa, Bastem, bagian barat Toraja, Rongkong Seko dan Rampi.

Sebagian dari wilayah itu ia datangi dengan berkendara sepeda motor dan sebagian lainnya dengan jalan kaki, hal yang tidak mungkin dilakukan anggota DPR yang lain. Meski perjalanan sangat sulit, Bung Kobu mendatanginya dengan jalan kaki satu, dua, tiga bahkan pernah empat hari karena sebagai wakil rakyat itu  impian terbesarnya agar kelak warga di daerah-daerah terisolir bisa merasakan kemerdekaan,  pembangunan yang berkeadilan.

Niat tulus untuk membuka keterisolasian  karena sudah mengetahui dan merasakan langsung bagaimana menderitanya warga di daerah-daerah terisolir.

Bung Kobu yang dikenal konsisten memperjuangkan nasib kaum Marhaen sejak masih wartawan kemudian anggota DPRD Kota Makassar sampai DPR RI mengatakan sekitar 30  juta warga Indonesia hidup di daerah terisolir. Mereka itu hidup menderita sejak lahir sampai akhir hayat. Jadi merekalah orang yang paling menderita. Karena itulah, ia sempat membuat rencana konkrit untuk pembangunan jalan ke daerah-daerah terisolir. Sayang katanya rencana yang sudah sangat matang terhalang karena ia tidak bisa kembali ke Senayan.

Bung Kobu menitipkan Perjuangannya kepada Bapak Danny Pomanto semoga bisa terpilih dalam PILGUB SULSEL agar bisa melanjutkan Perjuangannya dalam Memerdekakan saudara-saudari di banyak tempat di Sulsel yang masih terisolir.

“Saya berharap warga Sulsel memilih pak Dany Pomanto dan pak Azhar Arsyad agar mereka bisa membuka isolasi di di daerah Bastem, Suppiran, Toraja bagian barat, Seko Rongkong dan Rampi, serta sejumlah daerah terisolasi lainnya di Sulsel”.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

To Top