BM Bergerak

Supriadi: Ramadhan Mengajarkan Harapan di Tengah Kesulitan Hidup

Suara Perjuangan Makassar– Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi banyak orang untuk merenung sekaligus memperbaiki diri. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Supriadi, saat memberikan tausiyah Ramadhan di salah satu masjid di Kelurahan Maccini Sombala, Kota Makassar, Jumat (6/3/2026).

Dalam tausiyahnya, Supriadi menyampaikan bahwa Ramadhan membawa pesan kuat tentang harapan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang sedang berjuang menghadapi kesulitan, mulai dari persoalan ekonomi, masalah keluarga, kesehatan, hingga kehilangan orang yang dicintai.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Ramadhan mengingatkan umat Islam bahwa setiap kesulitan selalu memiliki sisi kemudahan. Nilai tersebut, kata dia, juga sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan.

“Ramadhan sering membuat kita berhenti sejenak dari kesibukan, lalu menyadari bahwa dalam setiap ujian pasti ada jalan keluar. Terkadang kita hanya perlu bersabar dan tetap percaya bahwa segala sesuatu ada waktunya,” ujar Supriadi.

Selain menyinggung tentang harapan, Supriadi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan hidup seseorang. Menurutnya, di balik banyak keberhasilan anak-anak, terdapat perjuangan serta doa orang tua yang sering kali tidak terlihat.

Ia menggambarkan bagaimana banyak orang tua tetap bekerja keras demi kebahagiaan anak-anaknya, meskipun hidup dalam kondisi sederhana. Tidak jarang mereka menahan lelah dan berbagai keterbatasan demi melihat anak-anaknya tersenyum, terutama saat menyambut hari raya.

Karena itu, ia menilai Ramadhan juga menjadi momen yang tepat untuk kembali mengingat jasa orang tua. Bagi yang masih memiliki orang tua, kesempatan untuk berbakti dan membahagiakan mereka masih terbuka. Sementara bagi yang orang tuanya telah berpulang, doa dari anak-anak menjadi bentuk cinta yang terus mengalir.

Di akhir pesannya, Supriadi berharap semangat Ramadhan dapat menjadi penguat bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, keyakinan bahwa setiap kesulitan akan diikuti kemudahan harus menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, selama manusia tetap berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT.

 

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

To Top