Makassar – H. Ridwan A. Wittiri alias ARW Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan menggelar kunjungan kerja sekaligus sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan ARW Center, Jalan Gunung Bawakaraeng, dan dihadiri oleh H. A. Ansyari Mangkona Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel, anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, William, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias mengikuti acara.
Dalam sambutannya, ARW menegaskan pentingnya menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai luhur bangsa yang tercakup dalam 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan dan memperkuat kesadaran berbangsa di tengah masyarakat.
“Sosialisasi 4 Pilar ini harus terus digerakkan dan ditanamkan ke masyarakat, karena nilai-nilai ini adalah fondasi kita sebagai bangsa. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap empat pilar ini, kita rentan terhadap perpecahan dan kehilangan jati diri kebangsaan kita,” ujar ARW.
Dalam kesempatan tersebut, ARW juga memaparkan sejumlah capaian selama menjabat sebagai anggota DPR RI. Beberapa program yang telah direalisasikan antara lain pemasangan lampu jalan tenaga surya, sambungan listrik gratis untuk warga tidak mampu, bantuan unit ambulans, vaksinasi massal, bantuan UMKM, beasiswa mahasiswa, bantuan sembako, hingga bantuan untuk rumah ibadah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari dukungan dan peran aktif masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya agar tepat sasaran.
“Kami hanya jembatan. Yang membuat program-program ini bisa berhasil dan dirasakan masyarakat adalah karena dukungan serta pengawasan dari Bapak dan Ibu semua,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif bersama warga dan tokoh masyarakat. Diharapkan, agenda seperti ini dapat terus dilaksanakan guna mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.