Site icon SUPERMAKSS.com

Erika Tansil : Anak Muda dan Perempuan Harus Jadi Garda Terdepan Dalam Mitigasi Bencana dan Krisis Iklim

Supermakss.comKrisis iklim, bencana ekologis, dan kerentanan sosial yang berulang menjadi peringatan keras bagi masa depan Indonesia. Di tengah tantangan itu, peran anak muda dan perempuan semakin strategis sebagai garda terdepan dalam merawat bumi serta memperkuat mitigasi bencana berbasis kemanusiaan dan lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Erika Tansil usai peluncuran buku Spirit Kemanusiaan karya Kristin Samah di Rakernas 1 PDI Perjuangan, Beach City International Stadium (BCIS) Ancol, Jakarta, Senin, 12 Januari 2026.

Buku tersebut memotret pandangan, nilai, dan praktik Megawati Soekarnoputri dalam mengelola risiko bencana serta kepeduliannya terhadap isu lingkungan.Menurut Erika Tansil, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, buku itu menjadi cermin kepemimpinan Megawati yang menempatkan kemanusiaan dan keberlanjutan bumi sebagai fondasi kebijakan.

“Buku Spirit Kemanusiaan menggambarkan manajemen mitigasi bencana Ibu Megawati Soekarnoputri, sekaligus perhatian beliau yang begitu besar terhadap gerakan menjaga lingkungan dan bumi. Ini menjadi rujukan penting, terutama bagi anak muda dan perempuan, untuk memahami bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal respons darurat, tetapi tentang keberpihakan pada alam dan manusia,” ujarnya.

Erika menekankan keunggulan perspektif perempuan dalam isu lingkungan karena kedekatannya dengan ruang hidup sehari-hari seperti air, pangan, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan generasi.

Sementara anak muda, dengan inovasi dan penguasaan teknologi digital, berperan membangun kesadaran publik, edukasi kebencanaan, serta advokasi lingkungan yang progresif.

“Anak muda hari ini tidak cukup hanya vokal di media sosial. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan, mendorong literasi lingkungan, mitigasi berbasis komunitas, hingga inovasi ekonomi hijau. Di sinilah peran perempuan dan anak muda saling menguatkan,” tambah politisi muda PDI Perjuangan itu.

Pendekatan Megawati dalam buku tersebut, kata Erika, menekankan pencegahan, tata kelola lingkungan, dan keberanian politik melawan eksploitasi alam yang merusak. “Merawat pertiwi bukan pilihan, tetapi tanggung jawab kolektif. Anak muda dan perempuan harus berdiri di barisan depan, memastikan pembangunan tidak mengorbankan bumi dan kemanusiaan,” tegasnya.

Erika berharap peluncuran buku ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh peran nyata generasi muda dan perempuan dalam menjaga bumi serta memperkuat mitigasi bencana demi keberlanjutan bangsa.

Exit mobile version