SUPERMAKSS.COM – Pancasila adalah satu nilai yang hidup itu yang disebut sebagai filosofische groundslaag Indonesia merdeka. Sebagai falsafah, Pancasila adalah sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, hal ini disampaikan oleh Risfayanti Muin anggota DPRD Provinsi Sulsel saat memberikan pengantar Nilai-nilai Kebangsaan dan Keagamaan di Hotel Sarison Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, Minggu (18/07/2021).
Risfa yang juga Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel lebih lanjut mengatakan bahwa Pancasila dirancang sebagai ideologi pemersatu sehingga substansinya harus mampu mengakomodasi seluruh rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, etnik, dan lain-lain. Substansi ini yang perlu digali sehingga Pancasila dapat diterima sebagai asas.
Sementara Zein Asfar Affandi Sekretaris BAMUSI Sulsel sebagai narasumber menjelaskan “Pancasila, adalah salah satu karunia Ilahi yang diberikan kepada bangsa Indonesia agar berhasil meraih persatuan dan kesatuan. Pancasila dan ayat-ayat dalam al-Quran seakan terhubung. Bangsa kita yang berbeda-beda agama dan kepercayaan, berbeda-beda suku dan bahasa, dapat tegak di atas satu landasan filosofis.
Sila-sila dalam Pancasila terkandung nilai-nilai dalam Al-Quran, sebagai contoh sila Pertama Ketuhanan yang Esa, termaktub dalam surah Al-Ikhlas. Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ada dalam Surah Al-Hujurat Ayat 13. Persatuan Indonesia terdapat di Surah Al-Hujurat Ayat 10.
Sementara sila Keempat tentang musyawarah mufakat ada di Al-Qur’an Surah Al – Imran Ayat 159, sila terakhir Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia terdapat di Surah yang sama di Al-Hujurat.
Semua uraian tentang ayat-ayat Pancasila di atas begitu membuktikan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Setiap esensi nilai Pancasila juga tergambar pada esensi ajaran Islam. Maka, mulai sekarang kita hendaknya hentikan penabrakan Pancasila dan Islam. Keduanya dapat kita jalankan bersamaan untuk mencapai tujuan bernegara dan beragama yang sebenar-benarnya, pungkas mantan Dai Cilik ini.
Kegiatan ini dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat. (*)