SUPERMAKSS.COM – Hari ini bertepatan dengan peringatan kasus 27 Juli 1996. DPP Partai akan mengadakan tabur bunga secara khusus di DPP Partai, ungkap Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDI Perjuangan, Selasa (27/07/2021).
Peristiwa tersebut mengajarkan banyak hal antara lain demokrasi arus bawah, keyakinan politik melawan tirani kekuasaan, demokrasi sebagai kehendak rakyat yang dijalankan oleh Ibu Megawati dengan membangun keyakinan untuk berjuang mengorganisir rakyat dan demokrasi yang kita perjuangkan berdasarkan keseluruhan ide, pemikiran, gagasan, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno; serta bagaimana demokrasi juga berdiri atas tatanan hukum yang seharusnya berkeadilan.
Lebih lanjut Hasto menegaskan bahwa “Perjuangan kita belum selesai, termasuk di dalam menuntut kebenaran hukum atas peristiwa tersebut.
Seluruh anggota dan kader Partai terus mengingat peristiwa penting tersebut dalam sejarah Partai. Merenungkan dan menghikmati peristiwa yang sangat penting, sekaligus terus menyadari bahwa kekuasaan politik yang kita peroleh berasal dari rakyat, rakyat sebagai cakrawati Partai. Karena itulah PDI Perjuangan terus menyatu dengan rakyat itu, mengambil keputusan politik berdasarkan kehendak rakyat, bukan kehendak elit. Pendeknya, jatidiri Partai berasal dari rakyat sendiri, khususnya wong cilik.
Berbagai upaya menuntut keadilan hukum dan politik atas perestiwa tersebut terus dilakukan. Tekanan ke Komnas HAM terus kita lakukan agar mengungkap sejarah kelam peristiwa tersebut dengan mengungkap aktor politik di belakangnya.
Kita doakan bagi para korban peristiwa Kudatuli tersebut. Kita doakan bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia, karena kekuatan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat itu terbukti mampu menumbanggkan kekuatan otoriter Suharto, pungkas Hasto. (*)