BM Bergerak

Peringati 26 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Tahlil Bersama

Makassar – Sudah 26 Tahun Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli telah berlalu dimana kejadiannya terjadi pada tanggal 27 Juli 1996, adalah sebuah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soeryadi (Ketua Umum versi Kongres Medan) serta dibantu oleh aparat dari kepolisian dan TNI.

Peristiwa KUDATULI tersebut adalah peristiwa yang sangat kelam yang dialami oleh PDI Perjuangan sampai saat ini.

Mengutip laman Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada saat itu dibawa pimpinan Asmara Nababan dan Baharuddin Lopa melakukan investigasi ada indikasi pelanggaran HAM dalam Peristiwa Kudatuli, dan investasi lanjutan juga dilakukan pada tahun 2003.

Anggota Komisi VII H. Ridwan A. Wittiri Salurkan Bantuan 3000 Paket Bantuan Sosial Dari SKK Migas

Hasilnya, Komnas HAM menemukan fakta ada 5 orang tewas, 149 orang luka, dan 23 orang hilang. Adapun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 100 miliar akibat dari Peristiwa Kudatuli.

Selain itu, Komnas HAM menilai terdapat beberapa pelanggaran HAM yang terjadi, meliputi, pelanggaran asas kebebasan berkumpul dan berserikat, serta pelanggaran kebebasan dari perlakuan keji dan tidak manusiawi, dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari kasus tersebut.

Setiap tahun PDI Perjuangan gelar peringatan peristiwa 27 Juli 1996, tak terkecuali DPD PDI Perjuangan Sulsel.

Untuk peringati 26 tahun Peristiwa KUDATULI tahun 2022, DPD PDI Perjuangan Sulsel gelar Tahlil Bersama yang dilaksanakan di Sekretariatnya Jl. Gunung Bawakaraeng Kota Makassar, 26 Juli 2022.

Kegiatan Tahlil bersama dipimpin oleh Sekretaris DPD BAMUSI Sulsel Ust. Zein Asfar Affandi dan diikuti oleh Pengurus DPD, Badan dan Sayap Partai serta legislator DPRD prov. Sulsel.

Mewakili DPD PDI Perjuangan Sulsel H. Samsu Niang dalam sambutannya berharap dengan adanya kegiatan Tahlil Bersama ini, agar roh perjuangan kader partai yang meninggal pada saat peristiwa tersebut dilampangkan kuburnya dan diampuni segala dosa-dosanya, dan kita yang masih hidup sampai saat ini mampu melanjutkan cita-cita dan Perjuangannya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, pungkas anggota DPR RI dari Komisi VIII yang juga Ketua DPD Baithul Muslimin Indonesia (BAMUSI) Sulsel.

Sementara itu Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel H. Ridwan A. Wittiri peristiwa Kudatuli mengajarkan kepada kita bahwa pemerintahan yang otoriter tidak akan tahan lama dan bagaimana pemerintahan itu seharusnya dibangun oleh kekuatan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, ujar anggota DPR RI ini. (*)

 

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Most Popular

To Top