BM Bergerak

Srikandi Banteng Sulsel Reses di Kec. Biringkanayya, Warga Keluhkan Pemadaman Listrik dan Air Bersih

Suara Perjuangan Makassar – Memasuki Reses Masa Persidangan l Tahun 2023/2024, anggota DPRD Provinsi Sulsel Risfayanti Muin melakukan kegiatan Resesnya di Kel. Sudiang Raya Kec. Biringkanayya Makassar, Selasa, 7 November 2023.

Anggota DPRD Provinsi dari PDI Perjuangan ini berharap agar warga memanfaatkan reses ini untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan dan aspirasita semua, karena saya ini adalah perwakilanta di DPRD, ujar Risfa yang juga Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel ini.

Antusias masyarakat di dua tempat kegiatan reses bergantian menyampaikan harapan dan aspirasinya.

Ada warga yang berterimakasih kepada Srikandi Banteng Sulsel ini, ada juga beberapa masyarakat menyampaikan keluhannya.

Seperti disampaikan ibu Nunu warga Katimbang, mengucapkan terimakasih kepada Bu Risfa atas fasilitas pemberian bea siswa kepada putrinya sehingga dapat melanjutkan pendidikannya, dan juga suplai air bersih yang biasa difasilitasi oleh Bu Risfa.

Lain halnya yang disampaikan Pak Devo warga Kel. Sudiang, mengeluhkan pemadaman listrik yang tiap hari dialami.

“Bagaimana sebetulnya ini Bu dewan, kenapa tiap hari mami mati lampu kowdong, mana lagi air PDAM juga sudah dua bulanmi tidak mengalir, ungkapnya.

Mendengar apa yang menjadi keluhan warga terkait pemadaman listrik, Risfayanti Muin memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Penyebabnya adanya pemadaman bergilir disebabkan karena debit air pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menyusut menjadi pemicunya.

“Ini diakibatkan debit air yang kurang maksimal pada beberapa PLTA. Sehingga mengakibatkan pola pengoperasian pembangkit terbatas,”

Kita berharap ini bisa segera diatasi dengan musim kemarau berakhir, karena beberapa hari ini sudah mulai turun hujan di Makassar dan di daerah lain di Sulsel.

Sementara terkait air PDAM yang selama ini dikeluhkan beberapa wilayah di Kota Makassar ini diakibatkan kemarau yang berkepanjangan, tak hanya air PDAM yang bermasalah tapi sumber air lainnya seperti sumur-sumur warga yang juga mengalami kekeringan dan tidak hanya berdampak kekeringan tapi suhu cuaca Makassar beberapa bulan terakhir ini suhunya sangat panas, ungkapnya.

Seperti gambaran kepada kita semua, dalam kondisi normal suplai air bersih berkisar 1.250 – 1.300 liter perdetik, tapi sekarang suplainya hanya 700 – 900 liter perdetik.

Kita berharap ini segera teratasi dengan mulainya hujan turun di Makassar, harapnya.

Selain itu ada juga beberapa warga mengeluhkan perbaikan jalan dan pengadaan lampu jalan.

Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda dan pemerintah setempat. (*)

 

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

To Top