MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, tampil sebagai narasumber utama dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar. Kegiatan yang berlangsung di Wisma Lattobang, Rabu (28/1), menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi tentang peran strategis perempuan dalam politik dan pembangunan.
Dalam forum diskusi tersebut, srikandi PDI Perjuangan yang akrab disapa Besti itu menegaskan bahwa tidak ada sekat bagi perempuan untuk berkiprah di dunia politik, selama dibekali dengan kualitas intelektual, integritas, dan kemandirian ekonomi.
“Adindaku, hambatan itu bukan tembok, melainkan tangga untuk naik kelas. Hambatan kultural dan struktural bisa ditembus dengan intelektualitas dan keberanian,” tegas Andi Tenri di hadapan puluhan kader HMI.
PDIP dan Jejak Kepemimpinan Perempuan
Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan ini menuturkan bahwa iklim politik, khususnya di internal PDI Perjuangan, sangat terbuka bagi perempuan. Menurutnya, partai secara konsisten memberi ruang dan mandat strategis kepada kader perempuan untuk menduduki posisi penting.
“PDI Perjuangan memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan. Kita punya Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah menorehkan sejarah sebagai Presiden RI. Kepemimpinan itu diteruskan oleh Ibu Puan Maharani sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI,” ujarnya.
Ia menambahkan, Puan Maharani menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin lembaga tinggi negara dengan ketegasan, kecerdasan, dan martabat.
Mandiri di Rumah, Tangguh di Parlemen
Tak hanya berbicara politik, Andi Tenri juga membagikan pengalaman tentang keseimbangan peran perempuan sebagai pengusaha, istri, ibu, dan politisi. Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan multitasking yang luar biasa jika dikelola dengan manajemen waktu dan integritas yang baik.
“Perempuan harus mandiri di rumah dan tangguh di parlemen. Kita bisa menjadi pengusaha yang kuat secara ekonomi, istri yang suportif, ibu yang menjadi madrasah pertama, sekaligus politisi yang produktif,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebelum terjun ke politik praktis. “Politik itu saya ibaratkan sebagai jalan ninja untuk menebar manfaat. Tapi kita harus kokoh secara ekonomi agar perjuangan politik tetap murni untuk rakyat, bukan karena kepentingan,” tandasnya.
Suntikan Semangat untuk Kader HMI
Menutup sesi diskusi, mantan Ketua BMI Kota Makassar ini memberikan apresiasi kepada peserta LK II yang tengah menjalani proses kaderisasi intensif selama lebih dari sepekan. Ia mengajak seluruh kader untuk menikmati proses, menjaga idealisme, dan terus mengasah kapasitas diri.
Suasana forum pun kian semarak saat Andi Tenri mengakhiri pemaparannya dengan pekikan khas HMI, “Yakusa!”, yang disambut riuh tepuk tangan dan semangat dari seluruh peserta.