Supermakss.com – Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang akrab disapa Eyang Meri.
Megawati mengungkapkan rasa kehilangan tersebut saat berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2). Ia menyebut keluarga Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri baginya.
“Saya menyatakan duka cita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” ujar Megawati.
Megawati juga mengenang kedekatannya dengan putri Hoegeng, Reni, karena pernah bersekolah di Perguruan Cikini. Ia menggambarkan Tante Meri sebagai sosok istri dan ibu yang hangat, sederhana, serta memiliki jiwa seni yang tinggi.
“Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Kami sama-sama hangat dan memiliki jiwa seni. Bahkan Tante Meri bersama Pak Hoegeng tergabung dalam grup band Hawaian Senior,” lanjutnya.
Megawati menceritakan, dirinya beberapa kali berkunjung ke kediaman keluarga Hoegeng dan menyaksikan langsung suasana latihan band tersebut, yang penuh keakraban dan kesederhanaan.
Sebagai Presiden Kelima RI yang memiliki legacy penting dalam reformasi sektor keamanan, Megawati turut mengingatkan jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar menjadikan Jenderal Hoegeng sebagai teladan. Ia menyinggung peran historisnya dalam pemisahan Polri dari TNI melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Pak Hoegeng adalah sosok polisi yang bersih, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Figur seperti inilah yang harus terus dijadikan panutan,” tegas Megawati.
Ia pun mengenang pengalaman pribadinya bertemu Hoegeng di jalan saat hendak berangkat kuliah. Saat itu, Hoegeng masih mengendarai sepeda dengan pakaian dinas Kapolri dan belum memiliki rumah pribadi.
“Sebagai warga negara dan pengagum Pak Hoegeng, saya merasa sangat kehilangan figur Kapolri seperti beliau. Tante Meri punya peran besar mendukung Pak Hoegeng menjadi Kapolri yang sederhana dan dicintai rakyat,” tutur Megawati dengan suara haru.
Megawati bahkan melontarkan pertanyaan reflektif, “Kapan ya Indonesia akan punya Kapolri seperti figur Pak Hoegeng lagi?”
Ia juga menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat melayat secara langsung lantaran sedang menjalani kunjungan kerja di Uni Emirat Arab. Megawati diketahui berada di Abu Dhabi sejak beberapa hari lalu dan pada 3–6 Februari mengikuti berbagai agenda Zayed Award, di mana ia menjadi anggota Dewan Juri Zayed Award 2024.
Menutup pernyataannya, Megawati menyampaikan salam perpisahan terakhir kepada almarhumah.
“Selamat jalan Tante Meri,” ucap Megawati sembari meneteskan air mata.