Suara Perjuangan Makassar– Tokoh reformasi Indonesia, Amien Rais, memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, yang secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait konflik antara Amerika Israel dan Iran.
Amien Rais bahkan mengaku “mengacungkan dua jempol” atas sikap Megawati yang dinilai berani dan menunjukkan keberpihakan pada nilai kemanusiaan serta keadilan di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Menurut Amien Rais, sikap yang ditunjukkan Megawati merupakan contoh bahwa tokoh bangsa Indonesia tetap memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan internasional. Ia menilai pernyataan Megawati yang menyampaikan duka cita kepada rakyat Iran serta kritik terhadap serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat menunjukkan keberanian moral dalam menyuarakan perdamaian.
“Saya acungkan dua jempol untuk sikap Ibu Megawati. Ini menunjukkan bahwa tokoh Indonesia tidak diam ketika melihat ketidakadilan di dunia internasional,” ujar Amien Rais dalam pernyataannya melalui podcast YouTube “AmienRaisofficial” Kamis (05/03/26).
Lebih lanjut, Amien Rais menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak akan pernah menjadi solusi bagi perdamaian jangka panjang. Ia berharap masyarakat internasional, termasuk negara-negara besar, lebih mengedepankan diplomasi dan dialog untuk meredakan ketegangan yang terjadi.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri diketahui mengirimkan surat kepada pemerintah Iran untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Dalam surat tersebut, Megawati juga menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan negara serta menyelesaikan konflik melalui jalur dialog dan hukum internasional.
Amien Rais berharap sikap tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat dunia bahwa perdamaian dan keadilan harus selalu menjadi prinsip utama dalam hubungan internasional, bukan kekuatan militer. Menurutnya, suara moral dari tokoh-tokoh dunia sangat diperlukan agar konflik tidak terus meluas dan menimbulkan penderitaan bagi masyarakat sipil.