MAKASSAR – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar menggelar gerakan peduli lingkungan melalui pembagian dan penempatan Teba Modern di sejumlah titik wilayah Kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional PDI Perjuangan dalam menyambut Pekan Peduli Sampah Nasional (PPSN) 2026 bertema “Merawat Pertiwi” yang berlangsung pada 9–14 November 2026.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan DPP PDI Perjuangan yang mendorong seluruh struktur partai untuk terlibat aktif membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Hal ini disampaikan Rivan Tandiari di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Jl. Muh. Tahir, Minggu 8 November 2026.
Rivan yang juga Wakil Ketua DPC partai mengatakan bahwa agenda ini tidak sekadar berorientasi pada aksi bersih-bersih, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Sejumlah kegiatan disiapkan, di antaranya pembagian dan penempatan Teba Modern, kerja bakti massal, serta sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola sampah dari rumah masing-masing. Teba Modern menjadi salah satu solusi sederhana untuk mengolah sampah organik agar lebih bermanfaat dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan,” ujar Rivan.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menegaskan bahwa gerakan Merawat Pertiwi merupakan wujud kepedulian partai terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Merawat lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Kami ingin kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat juga memberikan manfaat nyata melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan lingkungan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader, pengurus, anggota legislatif, simpatisan, serta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan gerakan tersebut.
Melalui program ini, PDI Perjuangan Makassar mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui Teba Modern, sementara sampah anorganik dipisahkan untuk dikelola sesuai jenis dan peruntukannya.
Momentum menjelang HUT Kota Makassar diharapkan menjadi penguat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
PDI Perjuangan Makassar berharap gerakan Merawat Pertiwi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Sebab, merawat bumi dapat dimulai dari langkah sederhana: dari rumah sendiri, dari memilah sampah, dan dari semangat gotong royong.