<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SUPERMAKSS.com</title>
	<atom:link href="https://supermakss.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://supermakss.com</link>
	<description>Suara Perjuangan Makassar</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2026 12:09:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://supermakss.com/wp-content/uploads/2020/10/LOGO-SUPERMAKSS-TEM-1-80x80.png</url>
	<title>SUPERMAKSS.com</title>
	<link>https://supermakss.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124381217</site>	<item>
		<title>Andi Suhada Sappaile Soroti Kemacetan Makassar, Dorong Optimalisasi Aplikasi Lontara dan Penertiban Terminal Liar</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/04/11/andi-suhada-sappaile-soroti-kemacetan-makassar-dorong-optimalisasi-aplikasi-lontara-dan-penertiban-terminal-liar/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/04/11/andi-suhada-sappaile-soroti-kemacetan-makassar-dorong-optimalisasi-aplikasi-lontara-dan-penertiban-terminal-liar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 12:09:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9914</guid>

					<description><![CDATA[suara perjuangan makassar – Anggota DPRD Kota Makassar yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan II dengan mengangkat tema “Melawan Kemacetan Kota Makassar”, bertempat di Hotel Asyira Jl. Maipa No. 1 Kota Makassar, Sabtu (11/04/26). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara legislatif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>suara perjuangan makassar</strong></em> – Anggota DPRD Kota Makassar yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan II dengan mengangkat tema “Melawan Kemacetan Kota Makassar”, bertempat di Hotel Asyira Jl. Maipa No. 1 Kota Makassar, Sabtu (11/04/26).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara legislatif, praktisi, dan Dinas Perhubungan Kota Makassar dalam mencari solusi konkret atas persoalan kemacetan yang kian kompleks di Kota Makassar. Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Makassar, Andi Terri Bilangka, serta praktisi transportasi, Arsony.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Andi Terri Bilangka menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu pemerintah mengidentifikasi dan menangani persoalan di lapangan. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan aplikasi “Lontara” sebagai kanal resmi pengaduan yang terhubung langsung dengan pemerintah kota.</p>
<p>“Untuk aduan masyarakat, silakan disampaikan melalui aplikasi Lontara. Insya Allah kami akan merespons dengan cepat, khususnya terkait persoalan lampu jalan maupun titik-titik kemacetan,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti masih banyaknya laporan terkait lampu jalan yang padam dan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor melalui aplikasi tersebut, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.</p>
<p>Sementara itu, praktisi transportasi Arsony mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kemacetan di Makassar adalah maraknya aktivitas bongkar muat penumpang di pinggir jalan yang memicu munculnya terminal liar atau terminal bayangan.</p>
<p>“Fenomena ini membuat fungsi terminal resmi menurun drastis. Perlu ada regulasi yang lebih tegas terhadap aktivitas bongkar muat di pinggir jalan,” tegasnya.</p>
<p>Menutup kegiatan tersebut, Andi Suhada Sappaile berharap diskusi yang telah berlangsung dapat memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk turut menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas.</p>
<p>“Kami berharap pertemuan ini menjadi perhatian bersama. Terima kasih kepada para narasumber atas edukasinya. Mari kita sosialisasikan kembali kepada keluarga dan masyarakat agar kesadaran tertib lalu lintas semakin meningkat,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/04/11/andi-suhada-sappaile-soroti-kemacetan-makassar-dorong-optimalisasi-aplikasi-lontara-dan-penertiban-terminal-liar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9914</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Fit and Proper Test 100 Calon Ketua PAC Kota Makassar</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/04/08/dpd-pdi-perjuangan-sulsel-gelar-fit-and-proper-test-100-calon-ketua-pac-kota-makassar/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/04/08/dpd-pdi-perjuangan-sulsel-gelar-fit-and-proper-test-100-calon-ketua-pac-kota-makassar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 07:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BM Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9907</guid>

					<description><![CDATA[Suara Perjuangan Makassar &#8211; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Fit and Proper Test bagi calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu (08/04/2026). Sebanyak 100 calon Ketua PAC dari 15 kecamatan di Kota Makassar mengikuti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Suara Perjuangan Makassar</strong> &#8211; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Fit and Proper Test bagi calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sulsel, Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu (08/04/2026).</p>
<p>Sebanyak 100 calon Ketua PAC dari 15 kecamatan di Kota Makassar mengikuti tahapan seleksi ini sebagai bagian dari proses penjaringan kepemimpinan partai untuk lima tahun ke depan.<br />
Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Sulsel, Dr. H. Alimuddin, yang memimpin pembukaan kegiatan, menegaskan bahwa proses ini bertujuan untuk mencari figur pemimpin yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga ideologis.<br />
Selain Makassar, DPD partai telah melakukan fit and propert tes PDI Perjuangan Kab. Jeneponto, kemudian menyusul nantinya Bulukumba, Luwu Utara, Pare-Pare dan Kab/Kota lainnya.</p>
<p><a href="https://supermakss.com/wp-content/uploads/2026/04/3d5e5e30-4956-4b3a-a84b-21193679251e.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-9908 aligncenter" src="https://supermakss.com/wp-content/uploads/2026/04/3d5e5e30-4956-4b3a-a84b-21193679251e-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://supermakss.com/wp-content/uploads/2026/04/3d5e5e30-4956-4b3a-a84b-21193679251e-300x200.jpeg 300w, https://supermakss.com/wp-content/uploads/2026/04/3d5e5e30-4956-4b3a-a84b-21193679251e-768x512.jpeg 768w, https://supermakss.com/wp-content/uploads/2026/04/3d5e5e30-4956-4b3a-a84b-21193679251e.jpeg 780w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
<p>“Perjuangan ke depan sangat kompetitif. Kita membutuhkan Ketua PAC yang memahami kerja-kerja ideologi partai, bukan sekadar pengurus, tetapi penggerak utama partai di tingkat kecamatan,” ujarnya.<br />
Ia menambahkan, figur Ketua PAC yang diharapkan adalah sosok yang hidup bersama rakyat, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menerjemahkan garis perjuangan partai ke dalam kerja nyata.</p>
<p>Senada dengan itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulsel, Risfayanti Muin, menekankan pentingnya pemahaman ideologi partai bagi setiap calon. Menurutnya, calon Ketua PAC harus mampu mengamalkan ajaran Bung Karno, menjunjung tinggi nasionalisme, serta menjaga marwah partai.<br />
Sementara itu, Dr. A. Yagkin Padjalangi yang juga merupakan pengurus DPD PDI Perjuangan berharap agar calon Ketua PAC ke depan benar-benar dekat dengan rakyat.</p>
<p><a href="https://supermakss.com/2026/04/05/100-calon-ketua-pac-pdip-makassar-ikuti-fit-and-proper-test-di-dpd-sulsel/">100 Calon Ketua PAC PDIP Makassar Ikuti Fit and Proper Test di DPD Sulsel</a></p>
<p>“Jangan hanya hadir saat momentum politik, tetapi harus dikenal, dipercaya, dan menjadi tempat mengadu bagi masyarakat di wilayahnya,” tegasnya.</p>
<p>Pandangan lain disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDI Perjuangan Sulsel, Ir. H. Ramdhan Pomanto. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di era digital.<br />
Ketua PAC ke depan harus adaptif dan melek zaman. Mereka harus mampu memanfaatkan media sosial, teknologi komunikasi, dan pendekatan modern untuk memperluas pengaruh serta komunikasi politik,” jelasnya.</p>
<p>Adapun tim Fit and Proper Test dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan Sulsel, H. A. Ansyari Mangkona, bersama Ir. H. Moh. Ramdhan Pomanto dan Dr. A. Yagkin Padjalangi.</p>
<p>Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, di antaranya Ketua A. Suhada Sappaile, Sekretaris William, Bendahara Hidayat Nurwahid, serta pengurus lainnya.<br />
Melalui proses ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin PAC yang solid, ideologis, dan mampu membawa PDI Perjuangan semakin dekat dengan rakyat di tingkat akar rumput.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/04/08/dpd-pdi-perjuangan-sulsel-gelar-fit-and-proper-test-100-calon-ketua-pac-kota-makassar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9907</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Leninda Azzahra, Kader Gen Z PDIP yang Siap Pimpin PAC</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/04/07/leninda-azzahra-kader-gen-z-pdip-yang-siap-pimpin-pac/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/04/07/leninda-azzahra-kader-gen-z-pdip-yang-siap-pimpin-pac/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 02:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BM Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9903</guid>

					<description><![CDATA[suara perjuangan makassar— Dari 100 calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Makassar, muncul satu nama yang mencuri perhatian. Ia adalah St. Leninda Azzahra, seorang mahasiswi semester akhir di Politeknik Pariwisata Negeri (Politekpar) Makassar yang ikut bertarung sebagai kandidat Ketua PAC Kecamatan Biringkanaya. Dinda, sapaan akrabnya, dikenal sebagai kader [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>suara perjuangan makassar</strong></em>— Dari 100 calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Makassar, muncul satu nama yang mencuri perhatian. Ia adalah St. Leninda Azzahra, seorang mahasiswi semester akhir di Politeknik Pariwisata Negeri (Politekpar) Makassar yang ikut bertarung sebagai kandidat Ketua PAC Kecamatan Biringkanaya.</p>
<p>Dinda, sapaan akrabnya, dikenal sebagai kader aktif yang sebelumnya tergabung dalam Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sulawesi Selatan. Selain aktif berorganisasi, ia juga dikenal gemar membaca buku dan terus mengasah kapasitas diri sebagai kader muda partai.</p>
<p>Keputusannya bergabung dengan PDI Perjuangan tidak lepas dari kekagumannya terhadap dua tokoh besar bangsa, yakni Megawati Soekarnoputri dan Soekarno. Menurutnya, Megawati merupakan sosok perempuan yang berani, konsisten, dan teguh dalam memperjuangkan amanat konstitusi negara.</p>
<p>“Saya sangat mengagumi ketokohan dan kepribadian Ibu Megawati. Beliau salah satu tokoh perempuan dunia yang sangat berani dan konsisten di garis perjuangan,” ujar Dinda saat mengikuti fit and proper test di DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan, Rabu (8/4/2026).</p>
<p><a href="https://supermakss.com/2026/04/05/100-calon-ketua-pac-pdip-makassar-ikuti-fit-and-proper-test-di-dpd-sulsel/">100 Calon Ketua PAC PDIP Makassar Ikuti Fit and Proper Test di DPD Sulsel</a></p>
<p><a href="https://supermakss.com/2026/03/10/dpc-pdi-perjuangan-makassar-gelar-rapat-pleno-penguatan-nama-calon-ketua-pac/">DPC PDI Perjuangan Makassar Gelar Rapat Pleno Penguatan Nama Calon Ketua PAC</a></p>
<p><a href="https://supermakss.com/2026/04/08/dpd-pdi-perjuangan-sulsel-gelar-fit-and-proper-test-100-calon-ketua-pac-kota-makassar/">DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Fit and Proper Test 100 Calon Ketua PAC Kota Makassar</a></p>
<p>Tak hanya itu, ia juga mengaku terinspirasi oleh sosok Bung Karno, sang proklamator yang dinilai mampu menjadi inspirasi lintas generasi. Dinda menilai, meski di usia muda, Bung Karno mampu memberikan pengaruh besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk saat mendirikan Partai Nasional Indonesia di usia 26 tahun.</p>
<p>Lebih jauh, Dinda menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda, khususnya generasi Z, dalam mengisi posisi strategis di partai politik.</p>
<p>“Bagi saya, saatnya para Gen Z diberi ruang seluas-luasnya pada posisi strategis. Kami paham apa yang kami inginkan dan tahu kondisi yang dibutuhkan partai ke depan, karena ini adalah zaman kami,” tegasnya.</p>
<p>Keikutsertaan Dinda dalam bursa calon Ketua PAC menjadi simbol semangat regenerasi di tubuh PDI Perjuangan, sekaligus menunjukkan bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam dinamika politik lokal maupun nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/04/07/leninda-azzahra-kader-gen-z-pdip-yang-siap-pimpin-pac/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>100 Calon Ketua PAC PDIP Makassar Ikuti Fit and Proper Test di DPD Sulsel</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/04/05/100-calon-ketua-pac-pdip-makassar-ikuti-fit-and-proper-test-di-dpd-sulsel/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/04/05/100-calon-ketua-pac-pdip-makassar-ikuti-fit-and-proper-test-di-dpd-sulsel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 03:01:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BM Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9899</guid>

					<description><![CDATA[supermakss.com — Proses penjaringan calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Makassar kini memasuki tahapan akhir sebelum penetapan resmi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Selatan. Sebelumnya, tahapan awal telah dilalui para kandidat melalui mekanisme pleno di tingkat PAC bersama pengurus ranting partai di kelurahan. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pleno di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>supermakss.com</strong></em> — Proses penjaringan calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Makassar kini memasuki tahapan akhir sebelum penetapan resmi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sulawesi Selatan.</p>
<p>Sebelumnya, tahapan awal telah dilalui para kandidat melalui mekanisme pleno di tingkat PAC bersama pengurus ranting partai di kelurahan. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pleno di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, William, mengungkapkan bahwa seluruh calon Ketua PAC selanjutnya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di tingkat DPD.</p>
<p>“Berdasarkan komunikasi dan informasi dari DPD partai, jadwal pelaksanaan fit and proper test calon Ketua PAC untuk tingkat Kota Makassar akan dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di kantor DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan,” ujar William saat ditemui di salah satu warkop di kawasan Jalan Gunung Latimojong, Makassar, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, terdapat sekitar 100 nama calon Ketua PAC dari 15 kecamatan di Kota Makassar yang akan mengikuti tahapan tersebut, berdasarkan hasil pleno di tingkat PAC dan DPC.</p>
<p>Menurut William, yang juga merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, proses fit and proper test ini menjadi tahapan krusial dalam menentukan figur pemimpin PAC ke depan.</p>
<p>“Dalam tahapan ini, para calon akan diuji dari sisi kepemimpinan, kesetiaan, serta pemahaman ideologi kepartaian, sesuai dengan Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025. Ini akan menjadi indikator utama bagi DPD dalam menetapkan Ketua PAC untuk masa bakti lima tahun ke depan,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/04/05/100-calon-ketua-pac-pdip-makassar-ikuti-fit-and-proper-test-di-dpd-sulsel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9899</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal: Warisan Sunyi dari Bung Karno</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/29/halal-bihalal-warisan-sunyi-dari-bung-karno/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/29/halal-bihalal-warisan-sunyi-dari-bung-karno/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 03:32:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9891</guid>

					<description><![CDATA[Halal Bihalal: Warisan Sunyi dari Bung Karno Oleh : Raisuljaiz Di tengah gegap gempita perayaan Idul Fitri, ada satu tradisi khas Indonesia yang sering kita jalani tanpa benar-benar kita renungi maknanya: halal bihalal. Ia bukan sekadar acara saling bersalaman dan bermaafan, melainkan ruang batin untuk merawat persaudaraan. Dalam jejak sejarahnya, halal bihalal bahkan tidak bisa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Halal Bihalal: Warisan Sunyi dari Bung Karno</strong></p>
<p style="text-align: center;">Oleh : Raisuljaiz</p>
<p>Di tengah gegap gempita perayaan Idul Fitri, ada satu tradisi khas Indonesia yang sering kita jalani tanpa benar-benar kita renungi maknanya: halal bihalal. Ia bukan sekadar acara saling bersalaman dan bermaafan, melainkan ruang batin untuk merawat persaudaraan. Dalam jejak sejarahnya, halal bihalal bahkan tidak bisa dilepaskan dari peran besar Bung Karno.</p>
<p>Kita bisa melihat halal bihalal sebagai salah satu “penemuan sosial” paling jenius dalam perjalanan bangsa ini. Ketika Indonesia baru saja merdeka dan menghadapi ketegangan politik yang tajam, Soekarno tidak memilih jalan konfrontasi untuk meredakan konflik. Ia justru mencari pendekatan kultural, pendekatan yang menyentuh hati, bukan sekadar logika kekuasaan.</p>
<p>Melalui saran K.H. Wahab Chasbullah (salah satu pendiri NU), lahirlah gagasan mempertemukan para elite bangsa dalam suasana Lebaran untuk saling memaafkan. Dari sinilah halal bihalal menjadi lebih dari tradisi, ia menjelma sebagai strategi rekonsiliasi nasional. Sebuah cara sederhana, tetapi sarat makna: mempertemukan yang berbeda, mencairkan yang beku, dan merajut kembali yang sempat terputus.</p>
<p>Dalam konteks hari ini, kita justru sering kehilangan ruh dari halal bihalal itu sendiri. Acara demi acara digelar megah, penuh formalitas, tetapi miskin kedalaman. Saling berjabat tangan, namun hati tetap berjarak. Padahal, esensi halal bihalal bukan pada seremoni, melainkan keberanian untuk merendahkan ego dan mengakui kesalahan.</p>
<p>Di sinilah relevansi pemikiran Bung Karno terasa begitu kuat. Ia memahami bahwa bangsa ini tidak akan pernah benar-benar kuat jika terus terjebak dalam sekat-sekat perbedaan. Halal bihalal menjadi simbol bahwa persatuan tidak dibangun dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling menerima.</p>
<p>Bagi kami, halal bihalal adalah cermin kedewasaan sosial. Ia mengajarkan bahwa memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Bahwa persaudaraan tidak lahir dari kesamaan, tetapi dari keikhlasan untuk tetap bersama dalam perbedaan.</p>
<p>Maka, ketika kita kembali menjalani halal bihalal setiap tahun, mungkin yang perlu kita tanyakan bukan lagi “siapa yang kita temui,” tetapi “apakah hati kita benar-benar telah kembali?” Sebab di situlah makna terdalam dari warisan Bung Karno membangun bangsa, dimulai dari memaafkan.</p>
<p><em><strong>Warkop Dg. Anas Makassar, 29 Maret 2026.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/29/halal-bihalal-warisan-sunyi-dari-bung-karno/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri dan Ruang Digital</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/22/idul-fitri-dan-ruang-digital/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/22/idul-fitri-dan-ruang-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2026 05:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9886</guid>

					<description><![CDATA[Idul Fitri Dan Ruang Digital Oleh : Raisuljaiz Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia adalah momentum kembali kepada fitrah, kepada kesucian jiwa, kejernihan hati, dan ketulusan dalam bersikap. Namun, di era digital saat ini, makna kembali ke fitrah menghadapi tantangan yang tak kalah besar dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" style="text-align: center;"><strong>Idul Fitri Dan Ruang Digital</strong></p>
<p dir="ltr" style="text-align: center;">Oleh : Raisuljaiz</p>
<p dir="ltr">Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah sebulan menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ia adalah momentum kembali kepada fitrah, kepada kesucian jiwa, kejernihan hati, dan ketulusan dalam bersikap. Namun, di era digital saat ini, makna kembali ke fitrah menghadapi tantangan yang tak kalah besar dari sekadar menahan diri secara fisik.</p>
<p dir="ltr">Ruang digital telah menjadi “ruang kedua” bagi manusia modern. Di sanalah kita berinteraksi, berbagi cerita, bahkan membangun citra diri. Ironisnya, saat Idul Fitri tiba yang seharusnya menjadi momen penyucian diri ruang digital justru kerap dipenuhi hal-hal yang menjauhkan kita dari fitrah itu sendiri.</p>
<p dir="ltr">Ucapan maaf yang bertebaran di media sosial terkadang hanya menjadi formalitas. Kata “mohon maaf lahir dan batin” ditulis dan dibagikan berulang-ulang, namun tidak selalu diiringi dengan ketulusan untuk benar-benar memaafkan atau meminta maaf secara personal. Fitrah yang seharusnya menghadirkan kejujuran, justru tergantikan oleh budaya simbolik yang dangkal.</p>
<p dir="ltr">Belum lagi fenomena pamer kebahagiaan yang berlebihan. Foto baju baru, foto keluarga dengan berbagai pose, hidangan mewah, hingga suasana rumah yang ditata sedemikian rupa demi konten, sering kali lebih menonjol daripada esensi kebersamaan itu sendiri. Tanpa disadari, ruang digital berubah menjadi panggung pembuktian siapa yang paling bahagia, paling mapan, atau paling sempurna dalam merayakan Idul Fitri.</p>
<p dir="ltr">Padahal, fitrah mengajarkan kesederhanaan dan keikhlasan. Ia tidak membutuhkan pengakuan publik, apalagi validasi dari jumlah “like” dan komentar. Fitrah justru hadir dalam keheningan: dalam pelukan hangat keluarga, dalam air mata haru saat saling memaafkan, dan dalam doa-doa yang tulus tanpa perlu dipublikasikan.</p>
<p dir="ltr">Di sisi lain, Idul Fitri seharusnya menjadi titik balik dalam cara kita bermedia. Jika selama Ramadan kita berlatih menahan diri, maka pasca-Ramadan adalah saat membuktikan apakah latihan itu benar-benar membentuk karakter. Apakah jari kita lebih bijak dalam mengetik? Apakah hati kita lebih lapang dalam menyikapi perbedaan? Ataukah kita kembali pada kebiasaan lama mudah menghakimi, menyebarkan informasi tanpa verifikasi, dan larut dalam hiruk-pikuk dunia maya?</p>
<p dir="ltr">Menjaga fitrah di ruang digital berarti menghadirkan nilai-nilai Idul Fitri dalam setiap interaksi daring. Menulis dengan empati, berbagi dengan niat kebaikan, serta menahan diri dari hal-hal yang dapat melukai orang lain. Sebab di dunia digital, kata-kata bisa lebih tajam dari pisau dan lebih luas jangkauannya dari langkah kaki.</p>
<p dir="ltr">Akhirnya, Idul Fitri mengajarkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya berhasil menahan lapar, tetapi juga mampu menjaga hati tetap bersih baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Sebab fitrah tidak hanya diuji di masjid atau di meja makan bersama keluarga, tetapi juga di layar kecil yang setiap hari kita genggam.</p>
<p dir="ltr">Jika Idul Fitri adalah tentang kembali ke fitrah, maka ruang digital adalah tempat kita membuktikan: apakah kita benar-benar telah kembali, atau hanya sekadar merayakan.</p>
<p dir="ltr">Bone, 2 Syawal 1447 H, 22 Maret 2026</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/22/idul-fitri-dan-ruang-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9886</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beda Hari, Tetap Satu Hati: Siri’ na Pacce dalam Memaknai 1 Syawal</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/20/beda-hari-tetap-satu-hati-siri-na-pacce-dalam-memaknai-1-syawal/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/20/beda-hari-tetap-satu-hati-siri-na-pacce-dalam-memaknai-1-syawal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 22:14:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9884</guid>

					<description><![CDATA[“Beda Hari, Tetap Satu Hati: Siri’ na Pacce dalam Memaknai 1 Syawal&#8221; Oleh : Raisuljaiz ( Sekretaris DPD BAMUSI Sulsel ) Suara Perjuangan Makassar &#8211; Di tanah Bugis Makassar, kita diajarkan sejak kecil tentang siri’ na pacce, tentang harga diri dan empati yang dijaga dengan penuh kehormatan. Nilai itu bukan hanya hidup dalam adat, tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>“Beda Hari, Tetap Satu Hati: Siri’ na Pacce dalam Memaknai 1 Syawal&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: center;">Oleh : Raisuljaiz</p>
<p style="text-align: center;">( Sekretaris DPD BAMUSI Sulsel )</p>
<p><em><strong>Suara Perjuangan Makassar &#8211; </strong></em>Di tanah Bugis Makassar, kita diajarkan sejak kecil tentang siri’ na pacce, tentang harga diri dan empati yang dijaga dengan penuh kehormatan. Nilai itu bukan hanya hidup dalam adat, tapi juga seharusnya tumbuh dalam cara kita beragama. Termasuk saat menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal yang hampir setiap tahun datang menyapa.</p>
<p>Perbedaan ini sebenarnya bukan barang baru. Ia seperti ombak di laut datang silih berganti, tapi tak pernah mengubah luasnya samudera. Ada yang berpegang pada rukyat, ada pula yang meyakini hisab. Keduanya bukan jalan yang saling meniadakan, melainkan dua ikhtiar yang lahir dari kesungguhan memahami ajaran.</p>
<p>Dalam kearifan Bugis Makassar, kita mengenal prinsip sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling menghargai). Nilai-nilai ini seharusnya menjadi penuntun ketika perbedaan itu hadir. Bukan malah memperuncing jarak, apalagi menjatuhkan satu sama lain.</p>
<p>Apa artinya kita berpuasa sebulan penuh, menahan lapar dan amarah, jika pada hari kemenangan justru kita mudah tersulut oleh perbedaan? Bukankah Idul Fitri adalah tentang kembali ke hati yang bersih, mappaccing ati dan menjahit kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang?</p>
<p>Perbedaan 1 Syawal seharusnya menjadi cermin kedewasaan. Bahwa kita tidak selalu harus sama untuk tetap bersama. Bahwa persatuan bukan berarti menyeragamkan, melainkan merawat kebersamaan di tengah keberagaman.</p>
<p>Orang Bugis Makassar percaya, kehormatan bukan hanya soal mempertahankan pendapat, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga perasaan orang lain. Di situlah pacce bekerja, rasa peduli yang membuat kita enggan melukai, bahkan dalam perbedaan.</p>
<p>Maka, ketika sebagian saudara kita berlebaran lebih dulu, atau justru setelahnya, biarkan itu menjadi ruang untuk saling menghormati. Tidak perlu gaduh, tidak perlu saling menyalahkan. Karena pada akhirnya, tujuan kita sama: meraih ridha Allah dan kembali ke fitrah.</p>
<p>Beda hari bukan berarti beda hati. Dalam perbedaan, justru kita diuji untuk menjadi manusia yang lebih bijak. Dan dalam kebijaksanaan itulah, kita menemukan kedamaian yang sesungguhnya.</p>
<p><em><strong>Masjid Al-Ikhlas Banta-bantaeng Makassar, 30 Ramadhan 1447 H.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/20/beda-hari-tetap-satu-hati-siri-na-pacce-dalam-memaknai-1-syawal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9884</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Posko Mudik Lebaran PDI Perjuangan Makassar Dipadati Pemudik, Sediakan Takjil hingga Layanan Kesehatan</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/19/posko-mudik-lebaran-pdi-perjuangan-makassar-dipadati-pemudik-sediakan-takjil-hingga-layanan-kesehatan/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/19/posko-mudik-lebaran-pdi-perjuangan-makassar-dipadati-pemudik-sediakan-takjil-hingga-layanan-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 14:32:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BM Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9879</guid>

					<description><![CDATA[Suara Perjuangan Makassar – Posko Gotong Royong Mudik Lebaran yang didirikan DPC PDI Perjuangan Kota Makassar di depan Pelabuhan Soekarno Hatta, Jalan Nusantara Baru, dipadati pemudik pada Kamis (19/3). Posko tersebut menjadi salah satu titik singgah favorit bagi penumpang kapal, baik yang memiliki tujuan akhir di Makassar maupun yang hanya transit. Kepadatan pemudik terlihat seiring [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Suara Perjuangan Makassar </strong></em>– Posko Gotong Royong Mudik Lebaran yang didirikan DPC PDI Perjuangan Kota Makassar di depan Pelabuhan Soekarno Hatta, Jalan Nusantara Baru, dipadati pemudik pada Kamis (19/3). Posko tersebut menjadi salah satu titik singgah favorit bagi penumpang kapal, baik yang memiliki tujuan akhir di Makassar maupun yang hanya transit.</p>
<p>Kepadatan pemudik terlihat seiring bersandarnya dua kapal di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, yakni KM Lambelu melayani rute Balikpapan &#8211; Makassar &#8211; Maumere dan KM Tilongkabila yang melayani rute Surabaya menuju Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dan arus penumpang dari kedua kapal tersebut turut meningkatkan aktivitas di sekitar posko.</p>
<p>Salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Marthen, mengungkapkan bahwa banyak penumpang memanfaatkan fasilitas yang disediakan di posko. “Baik pemudik yang menuju Makassar maupun yang transit, mereka datang untuk beristirahat, mendapatkan informasi, sekaligus menerima takjil untuk berbuka puasa. Kami juga membagikan vitamin dan obat-obatan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Abd. Kahar, salah satu penumpang dengan tujuan Bau-Bau, mengaku awalnya hanya berkeliling di area pelabuhan untuk mencari takjil. Namun, ia kemudian tertarik mendatangi posko setelah melihat keramaian. “Awalnya kami hanya melihat-lihat, tapi setelah tahu ada pembagian takjil dan vitamin, kami jadi mampir. Alhamdulillah, sangat membantu,” ungkapnya dengan nada haru.</p>
<p>Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, William, menegaskan bahwa kehadiran posko tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemudik di bulan Ramadan. “Tujuan kami mendirikan posko ini untuk membantu pemudik, baik yang menuju Makassar maupun yang transit. Ini bagian dari semangat berbagi di bulan suci Ramadan,” tuturnya.</p>
<p>Keberadaan posko ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta membantu kebutuhan dasar para pemudik selama perjalanan, khususnya di tengah tingginya mobilitas jelang Lebaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/19/posko-mudik-lebaran-pdi-perjuangan-makassar-dipadati-pemudik-sediakan-takjil-hingga-layanan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadiah Terbesar Ramadhan Bukan Baju Lebaran</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/19/hadiah-terbesar-ramadhan-bukan-baju-lebaran/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/19/hadiah-terbesar-ramadhan-bukan-baju-lebaran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 09:37:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9877</guid>

					<description><![CDATA[Kultum (Kuliah Terserah Antum) HADIAH TERBESAR RAMADHAN BUKAN BAJU LEBARAN By ATM Menjelang akhir Ramadhan, suasana mulai berubah. Masjid yang tadi malam penuh dengan doa, perlahan mulai kalah ramai dengan pusat perbelanjaan. Jalanan macet bukan karena orang ke tarawih, tapi karena orang berburu sesuatu yang dianggap sangat penting: baju lebaran. Tidak ada yang salah dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Kultum (Kuliah Terserah Antum)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>HADIAH TERBESAR RAMADHAN BUKAN BAJU LEBARAN</strong></p>
<p style="text-align: center;">By ATM</p>
<p>Menjelang akhir Ramadhan, suasana mulai berubah.</p>
<p>Masjid yang tadi malam penuh dengan doa, perlahan mulai kalah ramai dengan pusat perbelanjaan. Jalanan macet bukan karena orang ke tarawih, tapi karena orang berburu sesuatu yang dianggap sangat penting: baju lebaran.</p>
<p>Tidak ada yang salah dengan baju baru. Itu sunnah, itu indah. Bahkan dianjurkan tampil rapi dan bersih di hari raya. Tapi yang sering jadi masalah adalah ketika baju lebaran naik pangkat jadi tujuan utama, sementara Ramadhan turun pangkat jadi sekadar rutinitas tahunan.</p>
<p>Kita ini kadang sangat serius dengan yang terlihat di mata manusia, tapi santai dengan yang dinilai oleh Allah.</p>
<p>Kita bisa keliling tiga mall hanya untuk memastikan warna baju cocok.</p>
<p>Kita bisa debat panjang soal model, merk, bahkan tone warna.</p>
<p>Kita bisa khawatir: “Nanti pas foto keluarga, aku kurang matching.”</p>
<p>Tapi coba tanya:</p>
<p>Apakah kita pernah sekhawatir itu dengan dosa-dosa kita?</p>
<p>Apakah kita pernah gelisah:</p>
<p>“Bagaimana kalau Ramadhan ini aku tidak diampuni?”</p>
<p>Nah, di sinilah letak masalahnya.</p>
<p>Kita sibuk memperindah tampilan luar, tapi lupa memperbaiki isi hati.</p>
<p>Padahal, hadiah terbesar Ramadhan bukanlah baju baru.</p>
<p>Hadiah terbesar Ramadhan adalah dosa yang dihapuskan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan penuh harap, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.</p>
<p>Artinya, Ramadhan itu seperti tempat laundry raksasa untuk jiwa kita.</p>
<p>Setahun kita kumpulkan noda:</p>
<p>noda omongan,</p>
<p>noda pikiran,</p>
<p>noda perbuatan,</p>
<p>bahkan noda yang kita sendiri sudah lupa.</p>
<p>Lalu Allah buka layanan spesial:</p>
<p>“Silakan masuk Ramadhan, Aku bersihkan semuanya.”</p>
<p>Masalahnya, kita ini kadang datang ke “laundry” itu… tapi tidak benar-benar menyerahkan pakaian kita.</p>
<p>Kita puasa, iya.</p>
<p>Tapi hati masih penuh iri.</p>
<p>Kita tarawih, iya.</p>
<p>Tapi lisan masih suka menyakiti.</p>
<p>Kita sedekah, iya.</p>
<p>Tapi riya masih ikut selfie.</p>
<p>Akhirnya Ramadhan lewat, tapi noda masih nempel.</p>
<p>Yang berubah cuma baju… bukan hati.</p>
<p>Bayangkan ada dua orang di hari Idul Fitri.</p>
<p>Yang satu bajunya sederhana, bahkan mungkin bukan yang paling baru. Tapi hatinya bersih, dosanya diampuni, hubungannya dengan Allah membaik.</p>
<p>Yang satu lagi bajunya mewah, serasi dari kepala sampai kaki. Tapi hatinya masih penuh beban dosa, masih jauh dari Allah.</p>
<p>Menurut kita, siapa yang benar-benar “menang” di hari itu?</p>
<p>Sering kali kita tertukar.</p>
<p>Kita mengira kemenangan itu soal penampilan.</p>
<p>Padahal kemenangan itu soal ampunan.</p>
<p>Idul Fitri itu artinya kembali ke fitrah. Kembali bersih. Kembali seperti bayi yang belum ternoda dosa.</p>
<p>Bukan kembali dengan outfit terbaru.</p>
<p>Lucunya lagi, kita ini bisa sangat takut baju kita jelek di mata manusia.</p>
<p>Tapi tidak takut kalau hati kita kotor di hadapan Allah.</p>
<p>Kita bisa bilang:</p>
<p>“Wah, malu kalau bajuku itu-itu saja.”</p>
<p>Tapi tidak pernah bilang:</p>
<p>“Wah, malu kalau dosaku masih itu-itu saja.”</p>
<p>Ini yang harus kita renungkan.</p>
<p>Karena sebenarnya, Allah tidak melihat apa yang kita pakai.</p>
<p>Allah melihat apa yang ada di dalam hati kita.</p>
<p>Malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan terakhir untuk mendapatkan hadiah terbesar itu: ampunan.</p>
<p>Kalau diibaratkan, ini seperti pembagian hadiah.</p>
<p>Masalahnya, banyak yang sibuk di luar ruangan, sementara hadiah dibagikan di dalam.</p>
<p>Orang-orang yang i’tikaf, yang menangis di malam hari, yang berdoa dengan sungguh-sungguh—mereka sedang “mengantri hadiah”.</p>
<p>Sementara yang sibuk di mall… antri juga.</p>
<p>Tapi yang diambil beda.</p>
<p>Tidak salah membeli baju. Tapi jangan sampai kita lebih semangat memilih warna baju daripada memohon ampun kepada Allah.</p>
<p>Karena baju itu hanya dipakai beberapa kali.</p>
<p>Tapi ampunan Allah… kita butuhkan sampai akhir hayat, bahkan sampai hari kiamat.</p>
<p>Coba bayangkan satu hal sederhana.</p>
<p>Kalau malam ini adalah kesempatan terakhir kita hidup di dunia,</p>
<p>apa yang akan kita pilih?</p>
<p>Menambah satu stel baju…</p>
<p>atau menambah satu malam sujud memohon ampun?</p>
<p>Jawabannya sebenarnya kita tahu.</p>
<p>Tapi sering kali kita tunda.</p>
<p>“Kapan-kapan saja serius ibadahnya.”</p>
<p>Padahal Ramadhan tidak pernah menunggu.</p>
<p>Dia datang sebentar… lalu pergi.</p>
<p>Dan belum tentu kita bertemu lagi dengannya.</p>
<p>Karena itu, sebelum Ramadhan benar-benar meninggalkan kita, mari kita luruskan kembali niat.</p>
<p>Silakan beli baju lebaran.</p>
<p>Silakan tampil rapi dan indah.</p>
<p>Tapi jangan lupa:</p>
<p>yang paling penting bukan apa yang kita pakai di hari raya, tapi bagaimana kondisi hati kita ketika bertemu Allah.</p>
<p>Semoga ketika takbir berkumandang, kita bukan hanya merasa senang karena baju baru.</p>
<p>Tapi juga merasa lega…</p>
<p>karena dosa-dosa kita sudah dihapuskan.</p>
<p>Karena itulah hadiah terbesar Ramadhan.</p>
<p>Bukan yang terlihat di cermin…</p>
<p>tapi yang tercatat di langit.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/19/hadiah-terbesar-ramadhan-bukan-baju-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usai Lebaran, Kandidat Ketua PAC PDI Perjuangan Palopo Hadapi Fit and Proper Test</title>
		<link>https://supermakss.com/2026/03/19/usai-lebaran-kandidat-ketua-pac-pdi-perjuangan-palopo-hadapi-fit-and-proper-test/</link>
					<comments>https://supermakss.com/2026/03/19/usai-lebaran-kandidat-ketua-pac-pdi-perjuangan-palopo-hadapi-fit-and-proper-test/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raisul Jaiz]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 21:59:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BM Bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[pdip]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://supermakss.com/?p=9872</guid>

					<description><![CDATA[Supermakss.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Palopo mulai menjalankan proses penjaringan calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Para kandidat yang terjaring nantinya akan mengikuti tahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test). Ketua DPC PDI-P Palopo, Alfri Jamil, mengungkapkan hal tersebut usai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Supermakss.com</strong></em> – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Palopo mulai menjalankan proses penjaringan calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Para kandidat yang terjaring nantinya akan mengikuti tahapan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).</p>
<p>Ketua DPC PDI-P Palopo, Alfri Jamil, mengungkapkan hal tersebut usai memimpin Rapat Pleno Penjaringan Calon Ketua PAC, Rabu (18/3/2026), di Sekretariat DPC PDI Perjuangan di Jalan Nanakan, Palopo. Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan dilakukan secara berjenjang dengan mengedepankan aspirasi dari pengurus tingkat bawah.</p>
<p>“Pemilihan pengurus di PDI Perjuangan bersifat bottom-up atau dari bawah ke atas. Pengurus Ranting atau kelurahan mengajukan nama calon Ketua PAC, kemudian nama-nama tersebut akan mengikuti fit and proper test setelah Lebaran Idulfitri,” ujar Alfri yang juga menjabat Wakil Ketua II DPRD Palopo.</p>
<p>Menurutnya, uji kepatutan dan kelayakan tersebut bertujuan untuk mengukur kapasitas dan kualitas para calon dalam memimpin organisasi di tingkat kecamatan. PDI Perjuangan, kata dia, kini lebih menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusia dibanding sekadar kuantitas.</p>
<p>“DPC akan menilai sejauh mana kemampuan calon dalam memimpin dan mengembangkan partai di tingkat kecamatan,” tambahnya.</p>
<p>Alfri juga menyampaikan bahwa tahapan penjaringan akan dilakukan secara daring. Hasil penjaringan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang melibatkan pengurus dari 48 kelurahan di Kota Palopo.</p>
<p>Ia pun mengimbau para calon Ketua PAC untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi tahapan fit and proper test yang akan datang.</p>
<p>Selain itu, DPC PDI Perjuangan Palopo turut membuka layanan pengaduan masyarakat melalui call center WhatsApp di nomor 081110303333. Layanan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.</p>
<p>Dalam rapat pleno tersebut, yang juga dihadiri Sekretaris DPC Josep, Bendahara Andi Muhammad Tazar, Wakil Ketua Jabir, serta jajaran pengurus lainnya, telah terjaring sejumlah nama calon Ketua PAC dari berbagai kecamatan.</p>
<p>Di Kecamatan Mungkajang, nama-nama yang muncul antara lain Hasnadi Hamid, Marten, dan Petrus Malino. Kecamatan Wara Selatan meliputi Hersin, Sukriadi, Muhajir, Aksan, dan Devianti. Sementara di Kecamatan Sendana terdapat Sumsidin S, Nurliadi, dan Firman.</p>
<p>Untuk Kecamatan Wara Barat, kandidat yang terjaring yakni Oktavianus, Ayu Ningsi, Lisa, Norma, dan Alam Kusuma Nurdin. Kecamatan Wara mencatat nama Kiki Amelia, Teguh, Dedi, dan Samuel. Di Kecamatan Bara terdapat Abd Sataji, Arni, Rini, dan Kartini.</p>
<p>Selanjutnya, Kecamatan Wara Timur mengusulkan Alfat Baso, Suherman, Ratna, dan Hermansyah. Kecamatan Telluwanua menghadirkan nama Mathius, Kate, Elis, Rante Allo, dan Alfrida. Sementara itu, penjaringan di Kecamatan Wara Utara masih dalam proses dan belum rampung.</p>
<p>Dengan tahapan yang tengah berjalan, DPC PDI Perjuangan Palopo menegaskan komitmennya untuk melahirkan kepemimpinan partai yang berkualitas dan berakar dari aspirasi kader di tingkat bawah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://supermakss.com/2026/03/19/usai-lebaran-kandidat-ketua-pac-pdi-perjuangan-palopo-hadapi-fit-and-proper-test/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9872</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/141 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: supermakss.com @ 2026-04-14 21:07:28 by W3 Total Cache
-->