BM Bergerak

Peringati Haul Bung Karno, PDI Perjuangan Makassar Rajut Persatuan Lewat Doa Kebangsaan

Makassar – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (21/6/2026),saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar menggelar Doa Kebangsaan Lintas Agama dalam rangka mengenang 56 tahun wafatnya Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.

Kegiatan yang menggandeng para tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar ini menghadirkan pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mereka duduk berdampingan memanjatkan doa untuk kedamaian bangsa, keselamatan rakyat, serta kokohnya persatuan dan toleransi di tengah keberagaman Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana, Fikhran Noer, mengatakan kehadiran para tokoh agama dalam satu ruang kebersamaan merupakan cerminan nyata nilai-nilai Pancasila yang diwariskan Bung Karno.

“Melihat para pemuka agama duduk bersama dan saling mendoakan dalam keberagaman merupakan gambaran Indonesia yang dicita-citakan Bung Karno. Melalui Doa Kebangsaan ini, kami ingin menyampaikan pesan dari Makassar bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menegaskan bahwa semangat persatuan dalam keberagaman harus terus dirawat, terlebih di tengah dinamika kehidupan sosial dan tantangan global saat ini.

“Bung Karno telah wafat 56 tahun lalu, namun warisan terbesarnya berupa persatuan dalam ketuhanan harus tetap kita jaga. PDI Perjuangan Makassar ingin merangkul seluruh golongan tanpa terkecuali. Doa yang dipanjatkan hari ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung syahdu tersebut ditutup dengan saling bersalaman antara tokoh agama, kader partai, dan masyarakat yang hadir. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi, memperkuat semangat gotong royong, serta merawat persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

To Top