BM Bergerak

Hari Lahirnya Pancasila, IMM Gelar Dialog Hadirkan Risfayanti Muin Sebagai Narasumber

SUPERMAKSS.COM – Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar gelar Dialog Kepemudaan dengan tema ” Jejak Sejarah Kemesraan IMM dengan Bung Karno” di Red Corner Cafe Jl. Yusuf Dg. Ngawing Kota Makassar, Selasa (01/06/2021).

Dalam dialog tersebut, PC. IMM Kota Makassar hadirkan beberapa narasumber antara lain Muhammad Iqbal, S.Pi., M.Si akademisi Unismuh Makassar, Abdul Gafur Ketua DPD IMM Sulsel dan Politisi PDI Perjuangan Risfayanti Muin.

Dalam pemaparannya Risfa yang juga kader Muhammadiyah menjelaskan bahwa sejarah mencatat Bung Karno mempunyai historical sejarah dengan Muhammadiyah, beliau tercatat menjadi kader Muhammadiyah sejak masa perang kemerdekaan.

Hari Lahir Pancasila, RPG Gelar Diskusi Bersama Media di Upnormal Cafe

Risfa yang juga Srikandi Banteng di DPRD Sulsel lebih lanjut mengatakan bahwa tahun 1938 kala itu Bung Karno diasingkan di Bengkulu oleh kolonial Belanda, disana beliau resmi tercatat sebagai guru di lembaga pendidikan Muhammadiyah.

“Sejak berkenalan dengan Kiai Dahlan di Rumah HOS Tjokroaminoto di Surabaya, sampai perkembangan Muhammadiyah sesudahnya, Soekarno mengakui ikatan yang spesial dengan gerakan persyarikatan Islam ini.

Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel menegaskan bahwa Bung Karno sejak mudanya sangat simpati kepada Kyai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah, bahkan pada tahun 1962 Bung Karno pernah menyampaikan “Semoga saya diberi umur panjang oleh Allah SWT., dan jika suatu saat saya meninggal supaya saya dikubur dan diatas kain kafan saya ada lambang Muhammadiyah, ujarnya sambil mengutip pidato Bung Karno.

Terkait dengan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1945, Risfa menekankan bahwa Pancasila tak bisa dilepaskan dari gagasan dan perenungan panjang Bung Karno Muda saat diasingkan di Kota Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1934-1938.

Di Kota Ende, Bung Karno merenungkan dan mengabstraksikan pikiran-pikiran yang telah diperjuangkannya hingga melahirkan rumusan sila-sila Pancasila dan butir-butirnya.

Pancasila itu adalah prodak dari rasionalitas dan spiritualitas yang dikonstruksikan, direnungkan, dan disistematisasikan melalui perenungan-perenungan panjang Bung Karno baik sebelum maupun saat menjalani masa pengasingan di ‘Rumah Pengasingan Ende’, pungkasnya. (*)

 

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Most Popular

To Top